Friday, 12 August 2016

Berkenalan dengan database Firebird

Firebird merupakan RDMS open source yang dikembangkan dari Interbase 6 versi open source milik Borland. Firebird berjalan baik di Linux, Windows, maupun pada sejumlah platform Unix, selain itu kita juga dimudahkan untuk mengakses Firebird dengar tersedianya Firebird ODBC.
Firebird juga mempunyai fitur-fitur database server seperti :

1. Trigger

2. Store Procedure
3. View

Pada artikel kali ini saya akan membahas bagai mana membuat database di Firebird berikut tabelnya, ada 2 cara yang bisa kita gunakan :



1. Menggunakan utility isql (sama seperti utility mysql)

2. Menggunakan database manager (disini saya menggunakan IBExpert)
Saya hanya akan membahas cara yang kedua, untuk cara yang pertama mungkin lebih cocox untuk mahasiswa semester-semester awal yang baru belajar DDL, DML dan DCL. Terlalu banyak teori jadi sedikit membosankan untuk dibahas😀. Saya lebih senang untuk membahas yang praktis-praktis aja😀
Install IBExpert Personal dan tentunya jangan lupa database Firebirdnya juga diinstall.
Jalankan IBExpert jika ada konfirmasi pilih No, jika sudah berikut tampilan IDE IBExpert :

1. Membuat database
Klik menu Database -> Create Database, setelah itu akan tampil dialog Create Database
Jika semua informasi sudah diisikan dengan benar kemudian klik Ok, setelah itu akan tampil dialog Database Registration
Sampai tahap ini kita tinggal menentukan versi Server dan Database Alias setelah itu klik tombol Register. Oke sampai disini kita sudah punya database kosong yang tampil di tab Database
2. Konek ke database
Database yang sudah dibuat plus sudah didaftarkan di IBExpert tidak otomatis langsung bisa digunakan, langkah berikutnya yang harus kita lakukan adalah melakukan koneksi ke database. Caranya gampang tinggal klik ganda nama databasenya
3. Membuat tabel
Untuk contoh kita akan membuat beberapa tabel sederhana sesuai dengan rancangan berikut:
Untuk membuat tabel klik kanan objek tabel -> new tabel, setelah itu akan tampil form untuk membuat struktur tabel.

Saya rasa gambar diatas sudah memberikan penjelasan bagaimana membuat tabel di IBExpert, jika sudah buat juga untuk tabel lainnya.
4. Membuat primary key
Aktifkan kembali form pembuatan tabel dengan cara mengklik ganda nama tabel (misal tabel barang) kemudian pilih tab Constraints -> 1. Primary Key
5. Membuat foreign key
Sama seperti langkah sebelumnya hanya diaktifkan pilihan tab Constraints -> 2. Foreign keys
Yuph sampai disini saya rasa sudah cukup dasar-dasar untuk membuat database dan tabel di Firebird dengan bantuan IBExpert.



Pengertian dan Fungsi Microsoft Access


Pengertian Microsoft Access

Bagi anda yang pernah mengenyam pendidikan komputer di Sekolah, pasti sudah tidak asing lagi dengan aplikasi Microsoft Word, Excel dan Powerpoint.Word digunakan untuk mengetik dokumen, Excel untuk membuat tabel, dan Powerpoint untuk merancang presentasi.Kebanyakan orang hanya mengetahui ketiga aplikasi Microsoft ini, padahal masih banyak aplikasi Microsoft lain yang mempunyai fungsi tak kalah penting dari Word,Excel dan Powerpoint.Salah satunya yaitu Microsoft Access. Pertama kali anda membuka Microsoft Access, pasti anda merasa asing.Gimana sih bikin tabel ,ini fungsinya buat apaan ya.Memang microsoft access agak berbeda dari aplikasi microsoft lainnya.

Microsoft Access adalah aplikasi yang berguna untuk membuat, mengolah, dan mengelola basis data atau lebih dikenal dengan database.Database adalah kumpulan arsip data berbentuk tabel yang saling berkaitan untuk menghasilkan informasi.Data digunakan sebagai masukan yang akan diolah menjadi informasi.
Fungsi Microsoft Access :
untuk membuat database (basis data) 
untuk membuat program aplikasi persediaan barang 
untuk membuat program aplikasi gaji pegawai 
untuk membuat program aplikasi kehadiran

Sebenernya Microsoft access itu buat ngapain sih ? Coba kita buat perumpamaan dari usaha rental DVD.Seorang pemilik rental DVD kewalahan mencatat data DVD dan transaksi sewa DVD yang terjadi setiap harinya.Lalu dia memutuskan untuk menggunakan Microsoft Access. 

Pertama, kumpulan data dari DVD seperti judul film, genre, sutradara, harga dvd dimasukan terlebih dulu.Nantinya data tersebut bisa dibuat form seperti gambar ini.



Lalu tinggal memasukkan data para member (orang yang menyewa DVD) , serta memasukkan data transaksi penyewaanya.Jika sudah, anda bisa membuat laporan secara otomatis seperti gambar dibawah ini..



Pastinya pengolahan database akan lebih mudah dan cepat menggunakan aplikasi Microsoft Access.

Pengertian, Fungsi, dan Cara Membuat Data Flow Diagram (DFD)

DATA FLOW DIAGRAM ( DFD )

Data Flow Diagram (DFD) adalah alat pembuatan model yang memungkinkan profesional sistem untuk menggambarkan sistem sebagai suatu jaringan proses fungsional yang dihubungkan satu sama lain dengan alur data, baik secara manual maupun komputerisasi. DFD ini sering disebut juga dengan nama Bubble chart, Bubble diagram, model proses, diagram alur kerja, atau model fungsi.

DFD ini adalah salah satu alat pembuatan model yang sering digunakan, khususnya bila fungsi-fungsi sistem merupakan bagian yang lebih penting dan kompleks dari pada data yang dimanipulasi oleh sistem. Dengan kata lain, DFD adalah alat pembuatan model yang memberikan penekanan hanya pada fungsi sistem.

DFD ini merupakan alat perancangan sistem yang berorientasi pada alur data dengan konsep dekomposisi dapat digunakan untuk penggambaran analisa maupun rancangan sistem yang mudah dikomunikasikan oleh profesional sistem kepada pemakai maupun pembuat program.
Didalam DFD terdapat 3 level, yaitu :


Diagram Konteks : menggambarkan satu lingkaran besar yang dapat mewakili seluruh proses yang terdapat di dalam suatu sistem. Merupakan tingkatan tertinggi dalam DFD dan biasanya diberi nomor 0 (nol). Semua entitas eksternal yang ditunjukkan pada diagram konteks berikut aliran-aliran data utama menuju dan dari sistem. Diagram ini sama sekali tidak memuat penyimpanan data dan tampak sederhana untuk diciptakan.
Diagram Nol (diagram level-1) : merupakan satu lingkaran besar yang mewakili lingkaran-lingkaran kecil yang ada di dalamnya. Merupakan pemecahan dari diagram Konteks ke diagram Nol. di dalam diagram ini memuat penyimpanan data.
Diagram Rinci : merupakan diagram yang menguraikan proses apa yang ada dalam diagram Nol.


FUNGSI DFD

Fungsi dari Data Flow Diagram adalah :

Data Flow Diagram (DFD) adalah alat pembuatan model yang memungkinkan profesional sistem untuk menggambarkan sistem sebagai suatu jaringan proses fungsional yang dihubungkan satu sama lain dengan alur data, baik secara manual maupun komputerisasi.

DFD ini adalah salah satu alat pembuatan model yang sering digunakan, khususnya bila fungsi-fungsi sistem merupakan bagian yang lebih penting dan kompleks dari pada data yang dimanipulasi oleh sistem. Dengan kata lain, DFD adalah alat pembuatan model yang memberikan penekanan hanya pada fungsi sistem.

DFD ini merupakan alat perancangan sistem yang berorientasi pada alur data dengan konsep dekomposisi dapat digunakan untuk penggambaran analisa maupun rancangan sistem yang mudah dikomunikasikan oleh profesional sistem kepada pemakai maupun pembuat program.


SYARAT MEMBUAT DFD

Syarat-syarat pembuatan DFD ini adalah :
1. Pemberian nama untuk tiap komponen DFD.
2. Pemberian nomor pada komponen proses.
3. Penggambaran DFD sesering mungkin agar enak dilihat.
4. Penghindaran penggambaran DFD yang rumit.
5. Pemastian DFD yang dibentuk itu konsiten secara logika.


TIPS DALAM MEMBUAT DFD

Berikut ini tips-tips dalam membuat DFD :
1. Pilih notasi sehingga proses yang didekomposisi atau tidak didekomposisi dapat dibaca dengan mudah.
2. Nama proses harus terdiri dari kata kerja dan kata benda.
3. Nama yang dipakai untuk proses, data store, dataflow harus konsisten (identitas perlu).
4. Setiap level harus konsisten aliran datanya dengan level sebelumnya.
5. Usahakan agar external entity pada setiap level konsisten peletakannya.
6. Banyaknya proses yang disarankan pada setiap level tidak melebihi 7 proses.
7. Dekomposisi berdasarkan kelompok data lebih disarankan (memudahkan aliran data ke storage yang sama).
8. Nama Proses yang umum hanya untuk prose yang masih akan didekomposisi.
9. Pada Proses yang sudah tidak didekomposisi, nama Proses dan nama Data harus sudah spesifik.
10. Aliran ke storage harus melalui proses, tidak boleh langsung dari external entity.
11. Aliran data untuk Proses Report .. : harus ada aliran keluar. Akan ada aliran masuk jika perlu parameter untuk mengaktifkan report.Aliran data yang tidak ada datastorenya harus diteliti, apakah memang tidak mencerminkan persisten entity (perlu disimpan dalam file/tabel), yaitu kelak hanya akan menjadi variabel dalam program.


LANGKAH MEMBUAT/MENGGAMBAR DFD

Tidak ada aturan baku untuk menggambarkan DFD. Tapi dari berbagai referensi yang ada, secara garis besar langkah untuk membuat DFD adalah :

1. Identifikasi Entitas Luar, Input dan Output
Identifikasi terlebih dahulu semua entitas luar, input dan ouput yang terlibat di sistem.

2. Buat Diagram Konteks (diagram context)
Diagram ini adalah diagram level tertinggi dari DFD yang menggambarkan hubungan sistem dengan    lingkungan luarnya. Caranya :
• Tentukan nama sistemnya.
• Tentukan batasan sistemnya.
• Tentukan terminator apa saja yang ada dalam sistem.
• Tentukan apa yang diterima/diberikan external entity dari/ke sistem.
• Gambarkan diagram konteks.


Diagram ini adalah dekomposisi dari diagram konteks.
Caranya :
1. Tentukan proses utama yang ada pada sistem.
2. Tentukan apa yang diberikan/diterima masing-masing proses ke/dari sistem sambil memperhatikan konsep keseimbangan (alur data yang keluar/masuk dari suatu level harus sama dengan alur data yang masuk/keluar pada level berikutnya).
3. Apabila diperlukan, munculkan data store (master) sebagai sumber maupun tujuan alur data.
4. Hindari perpotongan arus data.
5. Beri nomor pada proses utama (nomor tidak menunjukkan urutan proses).




3. Buat Diagram Level Satu
Diagram ini merupakan dekomposisi dari diagram level zero. Caranya :
Tentukan proses yang lebih kecil (sub-proses) dari proses utama yang ada di level zero.
Tentukan apa yang diberikan/diterima masing-masing sub-proses ke/dari sistem dan perhatikan konsep  keseimbangan.
Apabila diperlukan, munculkan data store (transaksi) sebagai sumber maupun tujuan alur data.
Hindari perpotongan arus data.
Beri nomor pada masing-masing sub-proses yang menunjukkan dekomposisi dari proses sebelumnya.Contoh : 1.1, 1.2, 2


umumnya kesalahan pembuatan DFD :

1. Proses mempunyai input tetapi tidak menghasilkan output. Kesalahan ini disebut dengan black hole (lubang hitam), karena data masuk ke dalam proses dan lenyap tidak berbekas seperti dimasukkan ke dalam lubang hitam.
2. Proses menghasilkan output tetapi tidak pernah menerima input. Kesalahan ini disebut dengan miracle (ajaib), karena ajaib dihasilkan output tanpa pernah menerima input.
3. Input yang masuk tidak sesuai dengan kebutuhan proses.
4. Data Store tidak memiliki keluaran.
5. Data Store tidak memiliki masukan.
6. Hubungan langsung antar entitas luar.
7. Masukan langsung entitas data store.
8. Keluaran langsung dari data store ke Entitas luar.
9. Hubungan langsung antar data store.
10. Data masukan dan keluaran yang tidak bersesuaian dalam data store.

sumber :
http://fairuzelsaid.wordpress.com/2010/01/08/analisis-sistem-informasi-diagram-alir-data-dad-data-flow-diagramdfd/
http://octavia-chaniago.blogspot.com/2011/01/pengertian-dan-contoh-dari-dfd-dan-erd.html
http://7enius.wordpress.com/2012/03/11/pengertian-fungsi-dan-contoh-dari-data-flow-diagramdfd/
http://komputer-one.blogspot.com/2009/01/data-flow-diagram-dfd.html
http://syarifhidayat21.blogspot.com/2012/10/teknik-dokumentasi-sistem-data-flow.html 



Belajar MYSQL (Membuat Database dan Tabel)

Pada kesempatan kali ini saya mencoba untuk share mengenai perintah-perintah pada SQL, dan pada pertemuan pertama ini mengenai SQL saya mencoba untuk membahas mengenai bagaiman cara membuat suatu database dan tabel pada SQL.

Sebelumnya pastikan anda telah menginstall program SQL pada komputer anda, anda bebas untuk menggunakan software apa saja, baik itu sql yang ada di xampp, atau pun SQL yang berdiri sendiri.

Pada pertemuan pertama ini kita akan membahas mengenai cara pembuatan database dengan nama kantor dan juga sebuah tabel pegawai dan tabel jabatan.


1. Membuat Database

        Database Digunakan untuk menyimpan semua data-data atau tabel-tabel yang dibutuhkan, bentuk umum pembuatan database yaitu :

create database namaDatabase;

Karena kita akan membuat sebuah database dengan nama kantor maka perintahnya adalah :

create database kantor;

Untuk lebih jelasnya lihat gambar berikut ini :


Database kantor telah berhasil dan untuk dapat menggunakan database kantor tersebut, ketikan perintah berikut ini :

use kantor;
  1. Membuat Tabel Pegawai dan Jabatan.
          Sekarang kita akan membuat 2 buah tabel yaitu tabel pegawai dan juga tabel jabatan. Bentuk umum pembuatan tabel adalah :

create table namaTabel (namaField1 type(length), namaField2 type(length), namaField..N type(length), primary key (namaField1));

Sekarang kita buat tabel pegawai terlebih dahulu, dimana dalam tabel pegawai tersebut terdapat field untuk NIP, Nama, Alamat dan NoTelp. Ketikan perintah berikut ini untuk membuat tabel pegawai :

create table pegawai (nip varchar(8), nama varchar(35), alamat text, notelp varchar(12), primary key (nip));


Selanjutnya buat juga sebuah table baru dengan nama jabatan, dimana pada tabel jabatan tersebut terdapat field kode jabatan dan juga nama jabatan. Ketikan perintah berikut ini untuk membuatnya :

create table jabatan (kdjabatan varchar(8), nmjabatan varchar(30), primary key(kdjabatan));


Sekarang kita coba untuk menampilkan tabel-tabel yang telah dibuat tersebut, ketikan perintah sql berikut ini untuk menampilkan tabel-tabel yang ada pada database :
show tables;

Ok sekarang kita telah selesai membuat database dan juga tabel pada mysql.




Pengertian dan Fungsi MYSQL

MySQL adalah perangkat lunak database server atau sebut saja Database Smart. Database ini semakin lama semakin populer. Dengan menggunakan database ini, data semakin aman dan berdaya guna. Database ini juga banyak dipakai pada web database sehingga data semakin terintegrasi antara database dekstop dengan database web. Untuk menggunakan database MySQL harus menginstalasinya dahulu ke komputer. Sebagai server database dengan konsep database modern, MySQL memiliki keistimewaan. keistimewaan dimiliki MySQL sebagai berikut:

1) Portability
Database MySQL berfungsi dengan stabil tanpa kendala, berarti berlaku pada berbagai sistem operasi seperti Windows, Linux, FreeBSD, Mac OS X Server, Solaris, Amiga, HP-Unix, dan lain-lain.

2) Open Source
MySQL merupakan database open source (gratis), di bawah lisensi GPL sehingga dapat memperoleh dan menggunakannya secara cuma-cuma tanpa membayar sepersen pun.

  3) Multiuser
MySQL merupakan database yang dapat digunakan untuk menangani beberapa user dalam waktu bersamaan tanpa mengalami masalah. Dan memungkinkan sebuah database server MySQL dapat diakses client secara bersamaan pula. 

4) Performace Tuning
MySQL mempunyai kecepatan yang cukup baik dalam menangani query-query sederhana, serta mampu memproses lebih banyak SQL per satuan waktu.

5) Column Type
Database MySQL didukung dengan tipe data yang sangat kompleks, sepertisigned/unsigned integer, float, double, char, varchar, text, blob, data, time, datetime, timestamp, year, set serta enum.

6) Command dan Functions
MySQL server memiliki operator dan fungsi secara penuh yang mendukung perintah SELECT dan WHERE dalam query.

7) Security
Sistem Security pada MySQL mempunyai beberapa lapisan sekuritas seperti tingkatansubnetmask, hostname, dan izin akses user dengan sistem perizinan yang mendetil serta password terenkripsi.


Monday, 8 August 2016

Pengertian Data Base (Basis Data) Dan Fungsinya

Basis data (bahasa Inggris: Data Base), atau sering pula dieja basisdata, adalah kumpulan informasi yang disimpan di dalam komputer secara sistematik sehingga dapat diperiksa menggunakan suatu program komputer untuk memperoleh informasi dari basis data tersebut. Perangkat lunak yang digunakan untuk mengelola dan memanggil kueri (query) basis data disebut sistem manajemen basis data (database management system, DBMS). Sistem basis data dipelajari dalam ilmu informasi.

Istilah "basis data" berawal dari ilmu komputer. Meskipun kemudian artinya semakin luas, memasukkan hal-hal di luar bidang elektronika, artikel ini mengenai basis data komputer. Catatan yang mirip dengan basis data sebenarnya sudah ada sebelum revolusi industri yaitu dalam bentuk buku besar, kwitansi dan kumpulan data yang berhubungan dengan bisnis.

Konsep dasar dari basis data adalah kumpulan dari catatan-catatan, atau potongan dari pengetahuan. Sebuah basis data memiliki penjelasan terstruktur dari jenis fakta yang tersimpan di dalamnya: penjelasan ini disebut skema. Skema menggambarkan obyek yang diwakili suatu basis data, dan hubungan di antara obyek tersebut. Ada banyak cara untuk mengorganisasi skema, atau memodelkan struktur basis data: ini dikenal sebagai model basis data atau model data. Model yang umum digunakan sekarang adalah model relasional, yang menurut istilah layman mewakili semua informasi dalam bentuk tabel-tabel yang saling berhubungan dimana setiap tabel terdiri dari baris dan kolom (definisi yang sebenarnya menggunakan terminologi matematika). Dalam model ini, hubungan antar tabel diwakili denga menggunakan nilai yang sama antar tabel. Model yang lain seperti model hierarkis dan model jaringan menggunakan cara yang lebih eksplisit untuk mewakili hubungan antar tabel.

Istilah basis data mengacu pada koleksi dari data-data yang saling berhubungan, dan perangkat lunaknya seharusnya mengacu sebagai sistem manajemen basis data (database management system/DBMS). Jika konteksnya sudah jelas, banyak administrator dan programer menggunakan istilah basis data untuk kedua arti tersebut.

Kelompok  Basis Data

Berdasarkan struktur data di dalam basis data, maka basis data dapat dikelompokkan kedalam:

a.       Basis data relasional
Basis Data relasional menggunakan tabel dua dimensi yang terdiri atas baris dan kolom untuk memberi gambaran sebuah berkas data.
Contoh-contoh Basis Data Relasional :
n DB2 à IBM
* ORACLE à Oracle
* SYBASE à Powersoft
* INFORMIX à Informix
* Microsoft Access à Microsoft



b.      Basis data hirarki


Biasa disebut model pohon, karena menyerupai pohon yang dibalik. Model ini menggunakan pola hubungan orang tua-anak.



c.       Basis data jaringan


menyerupai model hirarkis, dengan perbedaan suatu simpul anak bisa memilki lebih dari satu orang tua.
Yang Berkepentingan Dengan Basis Data
* Pemakai akhir dan vendor DBMS
* Programmer aplikasi basis data
* Administrator Basis Data (Database Administrator)

 Fungsi Basis Data

Basis data memiliki peranan penting dalam suatu organisasi, dan dimanfaatkan untuk sejumlah tujuan yang mendukung tujuan utama organisasi. Peranan utama basis data antara lain sebagai berikut:

    Ketersediaan (availability) : basis data harus diorganisasi sedemikian rupa sehingga data selalu tersedia ketika diperlukan, walaupun secara fisik penyimpanan file-file datanya tidak harus berada pada satu lokasi, tetapi dengan teknologi jaringan komputer file-file data ini secara logis tersedia bagi penggunanya.
    Kecepatan dan kemudahan (speed) : basis data harus bisa menjamin bahwa data dapat diakses dengan mudah dan cepat ketika diperlukan.
    Kelengkapan (completeness) : data yang tersimpan dalam basis data harus lengkap, dengan kata lain dapat melayani semua kebutuhan penggunanya, walaupun kata lengkap adalah relatif terhadap kebutuhan setiap orang, namun basis data menjamin kemudahan dalam menambah koleksi data, menjamin kemudahan dalam memodifikasi struktur data seperti penambahan field-field data.
    Keakuratan (accuracy) : data dalam file-file database diorganisasi sedemikian rupa sehingga dapat menekan kesalahan-kesalahan pada saat pemasukan (dataentry) dan pada penyimpanan (datastore).
    Keamanan (security) : sistem basis data yang baik pasti menyediakan fasilitas pengamanan data sehingga data tidak dapat diakses, dimodifikasi, diubah, atau dihapus oleh orang yang tidak diberi hak. Sistem basis data harus bisa menentukan siapa yang boleh meng-akses data siapa yang tidak boleh, dengan demikian data dapat diamankan.
    Pemakaian bersama (data sharing) : basis data umum-nya dirancang agar dapat digunakan oleh berbagai unit kerja, dan tidak terbatas pada satu pemakai, pada satu lokasi, atau satu aplikasi saja.
    Effisiensi penyimpanan (space/storage efficiency) : organisasi basis data dibuat sedemikian rupa sehingga dapat menghindari duplikasi data (redundancy), karena duplikasi data memperbesar ruang penyimpanan. Sistem pengkodean dan relasi data yang diterapkan pada basis data dapat menghemat ruang penyimpanan

Secara teknis bidang-bidang fungsional organisasi yang telah umum menerapkan sistem basis data demi efisiensi, keamanan, keakuratan, dan kecepatan serta kemudahan dalam pengelolaan data, antara lain adalah:

    Kepegawaian (personalia)
    Pergudangan (inventaris)
    Akuntansi (keuangan)
    Reservasi (pemesanan tiket, kamar hotel, dsb)
    Layanan pelanggan (customer services)
    Penjualan (point of sale di supermarket)
    dan sebagainya

Berbagai organisasi telah menerapkan basis data dalam sistem informasi-nya, dan berhasil meningkatkan kinerja organisasi, antara lain:

    Perbankan
    Asuransi
    Pendidikan / sekolah
    Swalayan
    Rumah sakit
    Biro perjalanan
    Industri / manufaktur
    Telekomunikasi
    dan lain lain




FUNGSI DAVERAGE


            Fungsi ini di gaunakan untuk mencari nilai rata-rata sekumpulan data dalam daftar hanya yang sesuai dengan kriteria yang dikehendaki .Berbeda dengan fungsi AVERAGE, dimana fungsi ini akan menghitung nilai rata-rata seluruh range yang di sebutkan dalam argumen.


Bentuk Penulisan :

            = DEVERANGE ( database,field,criteria)



FUNGSI  DCOUNT


            Menghasilkan jumlah sel yang memuat data numerik dari sekumpulan data dalam sebuah daftar atau database yang memenuhi kriteia.Apa bila DCOUNT di gunakan pada range yang berisi bukan numerik,akan ditambpilkan hasil 0 (nol) karena diangap tidak ada data numeriknya.


            Pada fungsi ini,argument Field dapat diabaikan (Tidak di tulis),Bila argumen tersebut tidak di tulils,maka seluruh sel dalam daftar yang memenuhi kriteria akan di hitunng,sedangkan bila hanya field tertentu yang akan di hitung makan sebutkan nama fieldnya.

Bentuk penulisan :

            =DCOUNT ( database,field,creteria)



FUNSI DCOUNTA

Untuk menghitung sel-sel yang tidak kosong dalam kolom atau daftar yang menuhi kriteria yang di berikan .Bila fungsi DCOUNT hanya menghitung sel yang berisi data numerik,maka  fungsi DCOUNTA menghitung semua data baik numerik ,teks string,maupun formula.Sel yang berisi nilai 0 (nol) juga akan dihitung.

Bentuk penulisan
            = DCOUNTA (database ,field,criteia)



FUNGSI  DGET

Funsi ini digunakan untuk menampilkan sebuah data dari kelompok data yang sesuai dengan kriteia yang di tulis.

Bentuk penulisan :

            = DGET ( database,field,ceriteria)

 Catatan

            Fungsi  ini hanya menampilkan data yang sifatnya unik,tunggal atau tidak

            Kembar serta sesuai dengan kreteria ytang diberikan .Apabila data yang dicari

            Ternyata bukan tunggal ,

            Maka fungsi ini akan menampilkan pesan kesalahan # NUM!.Jika data yang di

            Cari tidak terdapat pada filed yang ditunjuk,maka fungsi ini akan menapilkna

            Pesan kesalahan#VALUE!>



FUNGSI  DMAX

Menghasilkan data dengan nilai tertinggi dalam dafta yang sesai dengan kriteria yang diberikan.

Bentuk Penulisan :


            = DMAX (database,field,criteria)



FUNGSI DMIN



Menghasilkan data dengan nilai terndah dalam suatu daftar yang sesuai dengan kriteia yang di berikan.



Bentuk penulisan :


            = DMIN (database,fileld,criteria)



FUNSI DSTDECT


Menampilkan hasil perkalian sekelompok data yang memenuhi kriteia yang di berikan.


Bentuk penulisan :


            = DPRODUCT (database,field,criteria)



FUNGSI DSTDEV


Untuk memperkirakan standar deviasi dari kelompok data yang memenuhi kriteia yang di berikan.


Bentuk penulisan :


            = DSTDEV(database,filed,criteira)



FUNGSI  DSTDEVP


Fungsi yang digunakan untuk menghitung standar deviasi populasi dari sekelompok data yang memenuhi kriteia.

Bentuk Penullisan :

            = DSTDEVP (database,field,criteria)




FUNGSI DSUM


Digunakan untuk menjumlahkan sekelompok data yang memenuhi kriteria


Bentuk penulisan :

            = DMAX (database,field,criteria)



FUNGSI DVAR

 Fungsi ini berguna untuk mencari varian dari sekelompok data yang memenuhi kriteria.


Bentuk penulisan :


            = DVAR(database,field,criteria)



FUNGSI DVARP


Untuk mencari varian dari populasi sekelompok data yang memenuhi kriteria tertentu


Bentuk penulisan :
       
            =DVARP(database,field,criteri)



Tentang ERD (Entity Relationship Diagram)

Menurut salah satu para ahli, Brady dan Loonam (2010), Entity Relationship Diagram (ERD) merupakan teknik yang digunakan untuk memodelkan kebutuhan data dari suatu organisasi, biasanya oleh System Analys dalam tahap analisis persyaratan proyek pengembangan system. Sementara seolah-olah teknik diagram atau alat peraga memberikan dasar untuk desain database relasional yang mendasari sistem informasi yang dikembangkan. ERD bersama-sama dengan detail pendukung merupakan model data yang pada gilirannya digunakan sebagai spesifikasi untuk database.
Atau pengertian sempitnya adalah sebuah konsep yang mendeskripsikan hubungan antara penyimpanan (database) dan didasarkan pada persepsi dari sebuah dunia nyata yang terdiri dari sekumpulan objek yaitu disebut sebagai entity dan hubungan atau relasi antar objek- objek tersebut.

  • Penjelasan Komponen ERD Beserta Simbolnya

Dalam pembentukan ERD terdapat 3 komponen yang akan dibentuk yaitu :
  1. Entitas : Entitas merupakan mengenai basis data yaitu suatu obyek yang dapat dibedakan dari lainnya yang dapat diwujudkan dalam basis data. Pengertian lainnya menurut Brady dan Loonam (2010), entitas adalah objek yang menarik di bidang organisasi yang dimodelkan.
    Contoh : Mahasiswa, Kartu Anggota Perpustakaan (KAP), dan Buku.
  2. Hubungan (relasi/relationship) : Suatu hubungan adalah hubungan antara dua jenis entitas dan direpresentasikan sebagai garis lurus yang menghubungkan dua entitas.
    Contoh : Mahasiswa mendaftar sebagai anggota perpustakaan (KAP), relasinya adalah mendaftar.
  3. Atribut : Atribut memberikan informasi lebih rinci tentang jenis entitas. Atribut memiliki struktur internal berupa tipe data. Jenis-jenis atribut :
  • Atribut Key = adalah satu atau gabungan dari beberapa atribut yang dapat membedakan semua baris data ( Row/Record ) dalam tabel secara unik. Dikatakan unik jika pada atribut yang dijadikan key tidak boleh ada baris data dengan nilai yang sama.
    Contoh : Nomor pokok mahasiswa (NPM), NIM dan nomor pokok lainnya
  • Atribut simple = Atribut yang bernilai atomic, tidak dapat dipecah/ dipilah lagi
    Contoh : Alamat, penerbit, tahun terbit, judul buku.
  • Atribut Multivalue = Nilai dari suatu attribute yang mempunyai lebih dari satu (multivalue) nilai dari atrribute yang bersangkutan.
    Contoh : dari sebuah buku, yaitu terdapat beberapa pengarang.
  • Atribut Composite = Atribut composite adalah suatu atribut yang terdiri dari beberapa atribut yang lebih kecil yang mempunyai arti tertentu yang masih bisah dipecah lagi atau mempunyai sub attribute.
    Contoh : dari entitas nama yaitu nama depan, nama tengah, dan nama belakang
  • Atribut Derivatif = Atribut yang tidak harus disimpan dalam database Ex. Total. atau atribut yang dihasilkan dari atribut lain atau dari suatu relationship. Atribut ini dilambangkan dengan bentuk oval yang bergaris putus-putus


  • Derajat Relasi atau Kardinalitas ERD

      Menjelaskan jumlah maksimum hubungan antara satu entitas dengan entitas lainnya
  • One to One (1:1)
    Setiap anggota entitas A hanya boleh berhubungan dengan satu anggota entitas B, begitu pula sebaliknya.



  • One to many (1:M / Many)
    Setiap anggota entitas A dapat berhubungan dengan lebih dari satu anggota entitas B tetapi tidak sebaliknya.



  • Many to Many (M:M)
    Setiap entitas A dapat berhubungan dengan banyak entitas himpunan entitas B dan demikian pula sebaliknya
  • Tahapan ERD
Sumber Artikel : 
http://ismimiitsme.blogspot.com/2013/11/pengertian-simbol-kardinalitas-dan.html
http://herlinnairine.wordpress.com/2014/02/06/entity-relationship-diagram-erd-dan-contoh-kasus/